MA’HAD ALY DARUL HIKMAH GELAR WISUDA II

MA’HAD ALY DARUL HIKMAH GELAR WISUDA II

Senin 8 Juli 2019 Ma’had Aly Darul Hikmah lil Fiqhi wa Dakwah Pondok Pesantren Nurul Hakim melaksanakan prosesi acara wisuda yang kedua. Acara dilaksanakan di Aula IAI Nurul Hakim Kediri Lombok Barat.

Acara wisuda yang dilaksanakan ini adalah acara dari rangkaian selesainya mahasantri dan mahasantriwati menuntut ilmu selama 4 (empat) tahun di ma’had aly. Sebenarnya banyak angkatan yang belum diwisuda, tapi perayaan wisuda kali ini bertepatan dengan selesainya program PKMA (program khusus ma’had aly) untuk angkatan pertama.

Mahasantri dan mahasantri yang diwisuda sebanyak 20 (duapuluh) orang, didampingi oleh orang tua wali mahasantri. Turut serta juga semua tuan guru dan asatidz yang mengajar di Ma’had aly. Tidak lupa juga undangan dari lembaga-lembaga yang ada di Pondok Pesantren Nurul Hakim.

Wisuda kali ini memberikan makna yang berbeda bagi mudir Ma’had Aly TGH. Muharrar Mahfuz. Dalam sambutan dan tausiyahnya beliau mengatakan bahwa sangat berat untuk melepas mahasantri/ mahasantriwati karena masih banyak ilmu yang belum disampaikan kepada mereka. Karena setelah ini mereka akan kembali ke masyarakat untuk menyampaikan ilmu yang sudah didapatkan di ma’had aly.

Yang tidak kalah mengharukan dan menggetarkan adalah proses pengalungan surban sebagai bentuk ijazah seorang guru kepada muridnya. Pengalungan surban adalah prosesi budaya yang sangat bagus. Di Arab sendiri pengikatan surban di kepala sebagai bentuk penghormatan yang sangat tinggi. Sedangkan di Indonesia, penyematannya dilakukan di pundak. Tidak masalah berbeda, tapi nilainya sama.

Namun surban jangan hanya sebagai simbol, tapi bagaimana wisudawan/wisudawati menjadi orang yang tidak hanya sekedar belajar, tapi bagaimana juga mengajarkan ilmu yang mereka dapatkan. “ilmu jangan disimpan, tapi diajarkan”, pesan beliau yang terus ditekankan kepada wisudawan.

Ilmu yang perlu diajarkan kepada masyarakat adalah ilmu-ilmu praktis yang mereka amalkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti ilmu Fikih. Hampir semua relung kehidupan beragama umat islam tidak jauh dari prinsip-prinsip ilmu fiqih. Dengan mereka mempelajari fikih, mereka dapat bersyari’at dengan baik dan benar. Di samping itu juga, ilmu Ushuluddin sangat perlu diajarkan, agar masyarakat dapat beribadah dan menghamba dengan baik dan benar kepada Allah subhnahu wata’la.

Diakhir sambutannya, TGH. Muharrar Mahfuz berpesan, “ jangan menuntut  ilmu hanya sampai di sini, teruslah belajar dan menuntut ilmu”.

Fakultas Tarbiyah

Mencetak tenaga pendidik yang memiliki kemampuan akademik dan profesional dalam Pendidikan Islam.

Read More

Fakultas Ekonomi Islam

Mempersiapkan tenaga profesional yang handal dibidang ekonomi, keuangan dan bisnis syariah.

Read More

Fakultas Dakwah

Mempersiapkan tenaga yang memiliki wawasan keilmuan yang luas dalam bidang Dakwah Islamiyah.

Read More